FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

  1. PENDAHULUAN

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) merupakan merupakan fakultas ke enam di Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM Gorontalo). Universitas Muhammadiyah Gorontalo adalah lembaga pendidikan tinggi di bawah persyarikatan Muhammadiyah, yang berdiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dirjen Dikti Nomor : 98/D/O/2008 tanggal 11 Juni 2008

Sejak keluarnya hasil evaluasi penerimaan proposal program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) melalui lama Silemkerma pada tanggal 4 April 2016 yang menyatakan bahwa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) direkomendasikan oleh Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi. Pada bulan Mei 2016 melalui rapat Senat Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Nelson Pomalingo, M.Pd selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo Periode 2012-2016 disepakati lahirnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang menaungi kajian ilmu bidang pendidikan salah satunya Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Surat izin operasional Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Gorontalo dengan Nomor: 440/KPT/I/2016. Setelah terbentuknya program studi kemudian melahirkan fakultas yang baru yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah berdiri sejak tanggal 1 November 2016, merupakan salahsatu Fakultas di Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang menjadi wadah untuk membentuk mahasiswa yang berkualitas, mandiri dan berkarakter sehingga dapat melahirkan tenaga pendidik yang mencerahkah baik bagi negara maupun umat.

Perubahan kepemimpinan terjadi di Universitas Muhammadiyah Gorontalo dilakukan mendekati akhir masa kepemimpinan Rektor Prof. Dr. H. Nelson Pomalingo, M.Pd yang dilaksanakan sesuai mekanisme Pemilihan Rektor melalui Rapat Senat yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 tepatnya tanggal 13 September 2016 telah terpilih Dr. H. Muhammad Isman Jusuf, Sp.S sebagai Rektor Baru Universitas Muhammadiyah Gorontalo Periode 2016-2020. Disaat kepemimpinan beliaulah dilantik Bapak Dr. H. Abd. Hamid Isa, M.Pd sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada tanggal 31 Desember 2017.

Dekan Dr. H. Abd. Hamid Isa, M.Pd bercita-cita untuk menjadikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menjadi Fakultas yang unggul di Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Dalam upaya mewujudkan hal itu dibentuklah satuan tugas (satgas).

  1. Program Unggulan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terdapat 1 program studi yakni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Untuk menghasilkan calon Pendidik dan Tenaga Kependidikan, maka mahasiswa perlu dibina dan dilatih baik pegetahuan, keterampilan dan skil. program studi memprogramkan 3 program unggulan yang menjadi ikon program studi yaitu : Pendidikan Karakter, Kepramukaan dan Ketrampilan Tata Upaca Bendera. ketiga program tersebut telah dilaksanakan mulai tahun ajaran 2017/2018

  1. Pendidikan Karakter

Penguatan Pendidikan Karakter telah dilaksanakan melalui Seminar Nasional Pendidikan dengan tema utama “Penguatan Pendidikan Karakter dan Profesional Guru”. Seminar Nasional Pendidikan yang dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2017.

Kegiatan Seminar Nasioanl Pendidikan didasarkan pada beberapa pertimbangan pertimbangan 1. Sebagai upaya dalam mewujudnyatakan budaya akademik di PT untuk pengembangan dan pengalaman IPTEK guna pengkajian tentang isu-isu strategis dan faktual penguatan Pendidikan Karakter, 2. Bagi FKIP sebagai salah satu faktor dalam menyikapi mensosialisasikan  Perpres No 87 thn 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter untuk stakeholder tenaga pendidik, kependidikan, mahasiswa dan masyarakat, 3. Sebagai implementasi renstra dan program kerja FKIP/PGSD untuk melaksanakan kajian-kajian melalui forum ilmiah baik lokal, nasional bahkan FKIP merencanakan kegiatan Seminar Internasional bekerja sama dengan Organisasi Profesi Kependidikan, dan 4. Kegiatan Seminar Nasional Pendidikan merupakan program untuk mendukung reakreditasi Prodi pada masa yg akan datang.

Dengan pertimbangan dalam rangka mewujudkan bangsa yang berbudaya melalui penguatan nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab, pemerintah memandang perlu penguatan pendidikan karakter.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. PPK, menurut Perpres ini, memiliki tujuan: a. membangun dan membekali Peserta Didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan; b. mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi Peserta Didik dengan dukungan pelibatan publik yang dilakukan melalui pendidikan jalur formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia; dan c. merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi pendidik, tenaga kependidikan, Peserta Didik, masyarakat, dan lingkungan keluarga dalam mengimplementasikan PPK.

Penyelenggaraan PPK pada Satuan Pendidikan jalur Pendidikan Formal sebagaimana dimaksud dilakukan secara terintegrasi dalam kegiatan: a. Intrakurikuler; b. Kokurikuler; dan c. Ekstrakurikuler, dan dilaksanakan di dalam dan/atau di luar lingkungan Satuan Pendidikan Formal. penyelenggaraan PPK dalam kegiatan Intrakurikuler merupakan penguatan nilai-nilai karakter melalui kegiatan penguatan materi pembelajaran, metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Segenap Civitas akademika FKIP menyampaikan terima kasih atas kerjasama semua pihak atas terlaksananya Seminar Nasional Pendidikan. Terima kasih.

  1. Kepramukaan

Gerakan Pramuka adalah perkumpulan gerakan pendidikan kepanduan kebangsaan Indonesia untuk anak-anak dan pemuda warga negara Republik Indonesia (Keputusan Presiden No. 238 Tahun 1961). Dalam sistem pendidikan di Indonesia, Gerakan Pramuka dimasukkan pada pendidikan nonformal di sekolah-sekolah mulai dari SD sampai SMA/SMK bahkan perguruan tinggi.  Kepramukaan merupakan ekstra kurikuler wajib yang harus diikuti oleh peserta didik di jenjang pendidikan. Dengan di berlakukannya UU no 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka serta di tambah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, akan semakin kuat dalam pembinaan pendidikan kepramukaan di satuan pendidikan baik pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dalam pencanangan MILAD 1 dilaksankan dengan Kema Bakti bersama seluruh civitas akademika fakultas. kegiatan tersebut berlangsung di lapangan Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendidikan di perguruan tinggi atau yang biasa disebut kuliah. Namun kuliah di sini memiliki banyak penafsiran, dapat diartikan belajar tentang akademik yang difokuskan maupun belajar mempersiapkan diri terjun dalam dunia masyarakat yang kelak dengan memiliki predikat sarjana. Perlu diingat bahwa orang tua membiayai kuliah atau pun negara memberikan beasiswa untuk kuliah dengan tujuan membentuk manusia-manusia yang berbudi pekerti luhur melalui pendidikan tinggi. Sehingga, harapannya lulusan perguruan tinggi dapat dijadikan teladan dan harapan kader-kader pembangunan bangsa untuk masa depan bangsa yang gemilang.

Kampus perguruan tinggi yang merupakan tempatnya mencetak kader-kader pemimpin bangsa merupakan gudangnya ilmu pengetahuan. Istilahnya, banyak ilmu pengetahuan dan ilmu hidup yang dapat kita pelajari dan kita maknai dalam menjalani hidup. Ketika kita memutuskan belajar di perguruan tinggi, alangkah baiknya apabila pikiran kita dengan mengistimewakan jurusan atau prodi masing-masing kita singkirkan. Dengan begitu kita akan terbuka untuk banyak-banyak belajar dengan jurusan-jurusan lain yang akan mampu menambah daya saing kita dalam masyarakat. Tinggalkan ego kejurusanan atau keprodian dan mulailah menjadi bagian dari perguruan tinggi atau dengan kata lain nantinya tidak hanya sebagai lulusan jurusan maupun lulusan prodi melainkan lulusan perguruan tinggi dengan level ilmu perguruan tinggi. Mahasiswa yang istimewa adalah mahasiswa yang memanfaatkan hal tersebut dengan baik. Kampus memiliki banyak fasilitas yang seharusnya dimanfaatkan dengan baik bagi penunjang akademik, salah satunya adalah organisasi. Dengan mengikuti organisasi, diharapkan mampu memberikan daya tawar khusus bagi penunjang akademik.

Perguruan tinggi merupakan salah satu lembaga yang mendidik dan mempersiapkan tenaga-tenaga pemikir, penganalisa, dan penalar dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kaitannya dengan proses pembangunan di segala bidang tentunya mempunyai peranan serta fungsi yang sangat menentukan khususnya dalam rangka mengemban tugas dan tanggung jawab terhadap kualitas dan kwantitas lepasan dari perguruan tinggi itu sendiri sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat dewasa ini. Salah satu kegiatan mahasiswa dalam perannya ke masyarakat adalah melalui kegiatan Gerakan Pramuka yang berpangkalan di perguruan tinggi.

Sesuai Peraturan Menteri No. 63 Tahun 2014, dijelaskan bahwa Pendidikan Kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup dan akhlak mulia pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan. Hal ini bila dilaksanakan dari pendidikan dasar dan pendidikan menegah khususnya SD, SMP, SMA, MA dan SMK tentunya akan menghasilkan karakter pramuka yang dimiliki oleh peserta didik.

Pramuka merupakan wadah yang digunakan oleh seorang anak untuk menempa watak dan kepribadian yang ada di dalam dirinya sebelum ia menghadapi dunia nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh karenanya gerakan pramuka harus terus ditumbuhkan dan dikembangkan di kalangan anak dan kaum muda. pendidikan pramukan sebagi komplemen dan suplemen terhadap pendidikan formal.

  1. Bidang AIK dan Kemahasiswaan

Dalam bulan ramadhan yang penuh berkah ini, kurang afdol rasanya jika tidak menyelenggarakan buka puasa bersama (bukber). Apalagi jika dilaksanakan dengan tujuan berbagi dengan sesama, setidaknya itu yang telah dicapai oleh Civitas Akademika bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan melaksanakan kegiatan Buka Puasa Bersama. Buka Puasa dilaksanakan pada 13 Ramadhan 1439 H bertempat di Yayasan Darul Qur’an PANTI ASUHAN TORIQUL HISYAM. Pada panti asuhan tersebut terdapat 18 anak yang di pimpin oleh Arman Sayiu, S.Pd.I, M.Pd sebagai pengasuh dari panti tersebut.

kegiatan Ini bertujuan untuk saling berbagi rezeki kepada sesama, terutama kepada anak-anak yatim. “Apalagi di bulan suci seperti ini, doa anak yatim itu sangatlah mustajabah (manjur),” ujar Dr. Abd. Hamid Isa, M.Pd selaku Dekan FKIP. Untuk acara buka puasa bersama ini, baru pertama kali diadakan oleh Civitas  Akademika bersama Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan bersama anak-anak panti asuhan. “Persiapannya pun singkat banget ya, di sela-sela kesibukan di kampus dan mahasiswa menjelang UAS (Ujian Akhir Semester),” namun dengan kekompakan dan komitmen antara Dosen, Staf dan Mahasiswa kegiatan ini dapat terlaksana. Dekan Fakultas Dr. Abd. Hamid Isa, M.Pd,, mengharapkan acara seperti ini harus tetap diadakan setiap tahunnya dengan persiapan yang lebih matang“. Ya ini kan acara perdana di fakultas Keguruan dan ilmu pendidikan untuk melaksanakan buka puasa bersama anak-anak dipanti asuhan.

Arman Sayiu, S.Pd.I, M.Pd (pimpinan Panti asuhan) dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 18 orang anak asuhan dipanti tersebut memiliki latar belakang orang tua yang berdeda-beda, panti asuhan tersebut baru berumur 3 tahun. rumah yang ditempati juga merupakan uluran tangan dermawan sehingga panti asuhan ini masih membutuhkan uluran tangan kita semua. pada tahun ini ada 4 orang anak panti yang lulus SMA tahun ini, 2 diantaranya dan akan di kuliahkan di Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Acara buka puasa bersama ini sekaligus momentum merperingati milad ke 2 FKIP dan 1 Dasawarsa UMG. Acara diisi pula dgn Tausiyah Ramadhan oleh Ustasdz Hendra Saputra S. Adiko, S.Pd, M,Pd. Doa oleh Pimpinan Panti Asuhan….

Acara pun di tutup dengan pemberian santunan kepada anak-anak panti asuhan yang oleh Dekan Fakultas, Ibu Irmawati Duko Ishak, M.Pd (Perwakilan Dosen), dan Sisriyanti Ajis (Ketua HMPS PGSD) dari mahasiswa.

  1. Bidang akademik

a. Pelaksanaan Penyelarasan Kurikulum

Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HDPGSDI) Menyelenggarakan Workshop Penyelarasan KurikulumPGSD. Dr. Suryanti yang Ketua Umum HDPGSDI dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyamakan persepsi antar PGSD se Indonesia dalam rangka menyambut aturan-aturan baru yang ditetapkan oleh Kementerian. Dengan kegiatan ini diharapkan semua PGSD se Indonesia baik negeri maupun swasta mempunyai persepsi sekaligus kualitas yang sama dan sejalan. Lebih lanjut disampaikan Suryanti yang juga dosen di Pasca Sarjana UNESA diharapkan hasil lokakarya ini dapat diterapkan dan dikembangkan di perguruan tinggi masing-masing. UM Gorontalo turut hadir pada kegiatan tersebut yang diwakili langaung oleh Kaprodi PGSD FKIP Um Gorontalo, Suleman, M.Pd, dengan hadirnya prodi PGSD UM Gorontalo pada kegiatan tersebut, maka dapat dipastikan bahwa kurikulum maupun   PGSD UM Gorontalo maupun kompetensi.

Lulusan Prodi PGSD UM Gorontalo sama dengan kurikulum dan kompetensi prodi/jurusan PGSD Se-Indonesia. Pada kegiatan tersebut pula prodi PGSD UM Gorontalo Mendaftarkan diri sebagai Anggota HDPGSD Indonesia yang masuk pada zona 3 (Indonesia Timu). Dengan mendaftar sebagai anggota maka komunikasi dan diskusi-diskusi akan terjalin dengan baik dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dunia pendidikan khususnya pendidikan dasar.

  1. Kuliah Lapangan Mata Kuliah Pendidikan Karakter

Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP) umgo rabu 24/1/2018 melakukan kuliah lapangan pendidikan karakter di SD negeri 2 Telaga. Kegiatan ini sebagai pelengkap kegiatan perkuliahan dari mata kuliah pendidikan karakter sebagaimana diketahui di fkip umgo program studi pgsd sebagai satu-satunya program studi yang menjadikan pendidikan karakter sebagai bagian dari kurikulum pembelajaran.kegiatan yang berlangsung selama 2 hari bertujuan untuk memperkaya pemahaman mahasiswa yang selama satu semester telah menerima teori pendidikan karakter didalam kelas sehingga dengan kuliah lapangan ini mahasiswa dapat mengamati secara langsung bagaimana aplikasi pendidikan karakter di sekolah. Sd negeri 2 telaga dipilih karena sekolah ini memiliki visi dalam pengembangan pendidikan karakter dan memiliki kepala sekolah sebagai salah satu pilot project pengembangan pendidikan karakter di sekolah dasar di propinsi Gorontalo. Selama kgiatan berlansung mahasiswa diijinkan meninjau kegiatan didalam kelas serta melakukan dialog dengan siswa sementara itu beberapa dosen FKIP juga memberikan materi-materi pendidikan karakter terhadap guru-guru sebagai bagian dari pengabdian internal dosen terhadap masyarakat. Dekan FKIP UM-Go Abdul Hamid Isa M.Pd menyampaikan harapan kegiatan ini  akan memperkaya kajian teori pendidikan karakter terhadap Dosen dan mahasiswa di FKIP Umgo selain itu beliau mengharapkan kegiatan ini akan belanjut dalam bentuk kegiatan ilmiah serta menjadi laboratorium pgsd umgo. selajutnya di SD negeri 2 telaga.kepala sekolah SD negeri 2 telaga Melvin tuna memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini yang akan meningkatkan kualitas sekolah dasar negeri 2 telaga.

Pendidikan karakter sebagai suatu MK dalam kurikulum S1 PGSD FKIP UM-Go dalam skenario pembelajaran dilaksanakan dalam bentuk kajian teori Tatap Muka, Simulasi, penemuan masalah dan implementasi empirik di lapangan. Implemensi empirik difokuskan pada kristalisasi nilai karakter meliputi nasionalisme, integritas, gotong royong, mandiri dan religius. SDN ini dipilih dengan pertimbangan karena Sekolah ini telah sukses mengembangkan komitmen Budaya Mutu, tingkat peran serta masyarakat (orang tua) tehadap sekolah yang tinggi serta menjadi Model Pilot Project Pengembangan Pendidikan Karakter di Provinsi Gorontalo.